Senin, 02 September 2013
MODUL KIMIA XII SEMESTER GANJIL
1. Standart
Kompetensi : Memahami konsep kesetimbangan reaksi
Sub Kompetensi :
A.
Menguasai reaksi kesetimbangan
B.
Menguasai faktor-faktor yang mempengaruhi
Pergeseran Kesetimbangan
C.
Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi
dan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
2. Standar
Kompetensi : Menjelaskan sistem Klasifikasi dan kegunaan Polimer
Sub Kompetensi
A.
Menjelaskan Kegunaan polimer
B.
Mengklasifikasi Polimer
KEGIATAN BELAJAR 1
1. Standart
Kompetensi : Memahami konsep kesetimbangan reaksi
Sub
Kompetensi :
A.
Menguasai reaksi kesetimbanagn
B.
Menguasai factor-faktor yang mempengaruhi
Pergeseran Kesetimbangan
C.
Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi
dan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
Tujuan Kegiatan
Belajar
Setelah kegiatan belajar peserta
didik diharapkan dapat :
1.
membedakan reaksi reversibel dan reaksi
reversibel
2.
menyebutkan ciri-ciri kesetimbangan dinamis
3.
membedakan kesetimbangan homogen dan
kesetimbangan heterogen
4.
menyebutkan factor-faktor yang mempengaruhi
pergeseran kesetimbangan
5.
menentukan arah pergeseran kesetimbangan karena
perubahan konsentrasi zat
6.
menentukan arah pergeseran kesetimbangan karena
perubahan suhu
7.
menentukan arah pergeseran kesetimbangan karena
perubahan tekanan
8.
menentukan arah pergeseran kesetimbangan karena
perubahan volume
9.
menuliskan rumus tetapan kesetimbangan
10.
menuliskan rumus tetapan kesetimbangan parsial
11.
menghitung harga Kc
12.
menghitung harga Kp
A.
Reaksi
Kesetimbangan
Reaksi kimia dapat dibedakan menjadi reaksi reversible ( dapat balik ) dan
reaksi irreversible ( reaksi tidak dapat balik). Pada reaksi bolak balik,
(reaktan) direaksikan akan habis dan
terbentuk zat baru (produk). Zat baru yang terbentuk dapat dapat direaksikan
dengan zat lain menghasilkan zat semula.
Contoh
: jika kristal tembaga (II) sulfat yang berwarna biru dipanaskan, akan
terbentuk tembaga (II) sulfat yang berwarna putih karena kehilangan air.
CuSO4. 5 H2O(s) CuSO4(s) +
5 H2O (g)
Biru putih
Jika
pada CuSO4 ditambahkan air, maka akan terbentuk kembali kristal tembaga(II)
sulfat hidrat menurut reaksi :
CuSO4(s)
+ 5 H2O (g) CuSO4. 5 H2O(s)
Reaksi
diatas berlangsung dua arah , sehingga dapat dituliskan dengan 2 arah panah
sebagai berikut :
CuSO4. 5 H2O(s) CuSO4(s) +
5 H2O (g)
Hal ini juga bisa digambarkan dengan hal sebagai berikut,
yaitu apabila dalam suatu reaksi kimia, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan
kecepatan reaksi ke kiri maka, reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang. Secara
umum reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan sebagai :
A + B C + D
Mula-mula
zat A dan zat B sebagai reaktan (tidak harus dalam jumlah yang sama) dicampur
dalam suatu tabung reaksi. Konsentrasi A dan B kemudian diukur pada selang
waktu tertentu. Bila hasil pengukuran itu digambarkan dalam sebuah grafik
konsentrasi sebagai fungsi dari waktu maka akan tampak gambar sebagai berikut
Penurunan konsentrasi A dan B mula-mula terjadi dengan
cepat, makin lama semakin lambat sampai pada akhirnya konstan. Sebaliknya yang
terjadi pada produk zat C dan D. Pada awal reaksi konsentrasinya = 0, kemudian
bertambah dengan cepat tapi makin lama semakin lambat sampai akhirnya menjadi
konstan. Pada waktu t = t~ konsentrasi masing-masing zat A, B, C, dan D menjadi
konstan, yang berarti bahwa laju reaksi kekiri = laju reaksi kekanan.
Kesetimbangan dinamis adalah keadaan dimana dua proses yang
berlawanan terjadi dengan laju yang sama, akibatnya tidak terjadi perubahan bersih dalam sistem pada kesetimbangan.
Contoh peristiwa kesetimbangan
Uap
mengembun dengan laju yang sama dengan air menguap.
Pelarutan padatan, sampai pada titik laju padatan yang terlarut sama dengan
padatan yang mengendap saat konsentrasi larutan jenuh (tidak ada perubahan
konsentrasi)
Karakteristik keadaan
kesetimbangan
Ada empat aspek dasar keadaan kesetimbangan, yaitu :
1. Keadaan kesetimbangan tidak
menunjukkan perubahan makroskopik yang nyata
2. Keadaan kesetimbangan dicapai
melalui proses yang berlangsung spontan
3. Keadaan kesetimbangan
menunjukkan keseimbangan dinamik antara proses maju atau balik
4. Keadaan kesetimbangan adalah
sama walaupun arah pendekatannya berbeda, setiap komponen pada reaksi itu tetap
ada.
Macam - macam sistem
kesetimbangan, yaitu :
1. Kesetimbangan
dalam sistem homogen
a. Kesetimbangan dalam sistem
gas-gas
Contoh : 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
b. Kesetimbangan dalam sistem
larutan-larutan
Contoh : NH4OH(aq) NH4+ (aq)
+ OH- (aq)
2. Kesetimbangan
dalam sistem heterogen
a. Kesetimbangan dalam sistem
padat gas
Contoh : CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
b. Kesetimbangan sistem padat
larutan
Contoh : BaSO4(s) Ba2+ (aq)
+ SO4 2- (aq)
c. Kesetimbangan dalam sistem
larutan padat gas
Contoh : Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s) + H2O(l)
+ CO2(g)
Minggu, 01 September 2013
PESAN TIADA ARTI
Oleh : Tri Bowo F.
Hariyanto
Pernahkah
kamu merasakan sesuatu yang mengusikmu? Bukan seperti itu,! Ini terus saja dan
terus mengusikmu? Bukan hanya sehari dua hari, namun ini lebih dari satu tahun
yang lalu.
Malam itu , di temani sejuknya angin malam dan rintikan
air, berselimut gelapnya kehidupan di saat sang surya menyembunyikan wajahnya, aku
ingin memberikan sebuah surat kecil yang kutulis dengan tinta cinta beralaskan
kepercayaan yang menyatu dengan nada kebahagian kepada seseorang yang telah
lama kukenal. Bukan untuk apa-apa, namun hanya untuk mengatakan sebuah kata
yang dianggap tabu bagi kami saat ini. Ya, karna kami baru duduk di kelas XI
jadi kata itu masih belum layak untuk kukatakan.
Jarum jam kini sudah mulai naik ke angka 8, namun aku
masih saja termenung di antara rintikan hujan yang memukul dinding kaca
sehingga tampak aliran yang tak berarah. Sedangku hanya diam dan lagi lagi
hanya diam disudut pintu yang tampak kokoh siap untuk menyambut tamu yang akan
datang. Tak tau apa yang ada difikiranku, aku tetap saja tak beranjak dari
tempatku tadi. Huft ,jika aku seorang penyair , mungkin sudah ku ubah rintikan
hujan dan suasana malam ini menjadi sebuah kata-kata dan cerita puitis dan
menyentuh hati bagi setiap orang yang membacanya,namun
inilah realita, aku hanya seorang siswa SMK yang tak berbakat apapun tentang
sastra dan seni, aku juga hanya seonggak daging yang tak tau mana jalan yang
harus ku tempuh.
Berkahnya telah usai, sedangku masih saja duduk termenung
di depan pintu. Aku bagai seorang yang lumpuh, tak bergerak dan tak ada respon
dari setiap panggilan yang dilontarkan orang tuaku. Namun kali ini tatapanku
pun beralih pada sebuah amplop yang berisi kata-kata manis yang telah kubuat
siang tadi. “ Bisa kah aku menyampaikan hal ini sendiri? Maukah dia menerima
pesan ini?” itulah yang ada di fikiranku saat ini. Hampir 10 menit hujan telah
berhenti, namun hujan di hati ini semakin deras. Aku tidak tau apa yang harus
kulakukan, penuh kebimbangan, dan tak bisa berfikir apa. Namun malam semakin
larut, suara dari para katak pun mulai terdengar. Lalu kubawa tubuh kosongku
ini ke istana kecil yang membawaku kedalam ilusi sementara didalam mimpi.
Angin berlari riang, cahaya menyorot bumi, burung-burung
bernyanyi, jejak awan tertatah dilangit biru. Aku yang sedang tertidur pun
tersentak bangun mendengar ocehan jam walker yang begitu keras bak petir yang
menyambar dahan. Mataku tertuju pada angka 7.00am yang terpampang jelas di
penunjuk waktu. Minggu, hari ini adalah hari minggu, sehingga aku tidak perlu
bergegas kesekolah seperti biasanya. Namun anenhnya, aku masih saja teringat
tentangnya, padahal semalam nyaliku telah tenggelam di tengah hujan yang
melanda bumi dan hati ini. Bunga-bunga yang layu setelah terkena banjir semalam,
seakan-akan saat ini bersemi kembali dengan semangat pagi dan harapan yang
baru. Entah bagaimana bisa? aku sendiri pun tidak tau, hal itu selalu
mengganggu dan mengusikku, tiap kali surat itu dan kata itu ingin ku serahkan
dan kulontarkan kepadanya, namun secara tiba-tiba diriku luluh lantak dan tak
memiliki keberanian sama sekali. Tetapi saat aku terbangun di pagi hari,
harapan dan keinginan baru pun tumbuh lebih segar dan lebih subur. Perasaan itu
tak pernah bisa mati, meskipun kadang hati ini tersayat oleh kebodohanku
sendiri, meski kadang seakan-akan diri ini telah menyerah, meski kadang eluh
kesah menggumam dibibirku, meski kadang asaku mulai putus, namun ketika mentari
mulai menampakan diri dan nyanyian burung pagi terdengar, semua itu hilang dan
sirna, layaknya terganti dengan harapan dan kesempatan baru di depan mata. Aneh
nya sampai saat ini pesan dan kata itu masih tersimpan dan masih belum juga
sampai di telinga dan hatinya.
Hah..begitulah hidup, ada saat dimana kita mulai menyerah
dan menangis, namun ketiga sorot pagi mulai menerangi bumi, tirai kesempatan
dan harapan baru pun ikut terbuka. Meskipun banyak orang yang mengatakan usaha
dan penantian yang kulakukan hingga saat ini sia-sia, namun aku tetap pada
konsistensi yang aku pilih. Karna ada seorang bijak yang berkata “Hidup tanpa
pendirian dan konsistensi, bagai seonggak sampah yang terombang ambing di
lautan”.
Bersambung....
Selasa, 11 Juni 2013
The Golden Number of Humans
Angka FIBONACCI ? apa sebenarnya angka fibonacci tersebut?
Nah kali ini kita akan membahas tentang angka
misteri tersebut, konon katanya angka fibonacci adalah angka paling cantik
didunia, (ingat cantik bukan milik wanita Aja ,hahahahaha). Angka fibonacci
memiliki banyak kaitan tentang bukti adanya tuhan karena itu angka ini sering juga disebut sebagai “Angka Tuhan”. Angka ini
sejatinya telah banyak diteliti oleh peneliti luar negeri, mereka umumnya
menyebut angka ini adalah "golden ratio" atau "golden
number". Ya, bagi teman-teman semua yang sudah mempelajari tentang angka
ini pasti teman-teman semuanya mengetahui bahwa hal ini sangat berkaitan dengan
deret Fibonacci Atau Fibonacci Sequence.
Angka
Fibonacci adalah deretan angka yang mana deretan tersebut disusun dan
diperkenalkan oleh Leonardo Fibonacci pada tahun 1175-1245 M. Pada saat itu
angka misteri ini disebut juga sebagai The Golden Number Of Human Life (keren
juga ya julukan bagi angka misteri ini). Percaya atau tidak, menurut
kepercayaan para ilmuwan di zaman dahulu kala, angka Fibonacci adalah salah
satu bukti adanya Tuhan (seperti yang saya sampaikan tadi). Wah kok bisa? Hampir
semua ciptaan Tuhan dianggap mempunyai angka Fibonacci dalam hidupnya, baik itu
tumbuhan, hewan, maupun manusia karena hal itulah mengapa angka ini dijuluki
sebagai “Angka Tuhan”.
Apa sih sebenarnya bilangan Fibonacci itu? Bilangan Fibonacci adalah urutan
angka yang diperoleh dari penjumlahan dua angka didepannya, misalnya seperti
ini : 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,
233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946 dst.
Dalam matematika, bilangan
Fibonacci adalah barisan yang didefinisikan secara rekursif sebagai
berikut:
Penjelasan:
barisan ini berawal dari 0 dan 1, kemudian angka berikutnya didapat dengan cara
menambahkan kedua bilangan yang berurutan sebelumnya. Dengan aturan ini, maka
barisan bilangan Fibonaccci yang pertama adalah:
0,
1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584,
4181, 6765, 10946...
Barisan
bilangan Fibonacci dapat dinyatakan sebagai berikut:
Fn =
(x1n – x2n)/ sqrt(5)
dengan
·
Fn adalah bilangan
Fibonacci ke-n
·
x1 dan x2 adalah
penyelesaian persamaan x2 – x – 1 = 0.
Perbandingan
antara Fn+1 dengan Fn hampir selalu sama untuk
sebarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini nilainya tetap.
Perbandingan itu disebut Golden Ratio yang nilainya mendekati 1,618
Penjelasan : Misal Angka 34, diperoleh dari penjumlahan 2 angka didepannya yaitu 13+21.
Mungkin Anda kemudian bertanya, lalu apa kaitannya angka2 itu dengan bukti adanya Tuhan?
Bilangan Fibonacci ini menunjukkan beberapa fakta aneh, tetapi sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai angka Phi? Apa itu angka Phi?
Pasti Anda tahu, angka Phi adalah angka 1.618. Apa hubungannya dengan fibonacci? Phi merupakan hasil pembagian angka dalam deret Fibonacci dengan angka didepannya.
Misalnya 3:2, 34:21, 89:55.
Semakin besar angka Fibonacci yang dilibatkan dalam pembagian, hasilnya akan semakin mendekati 1.618.
Berikut beberapa fakta yang ditemukan di alam ini:
1. Jumlah Daun pada Bunga (petals)
Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret fibonacci. contohnya:
- jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
- jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
- jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
- jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
- jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
- jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family
Ingin liat buktinya? silahkan diamati beberapa gambar berikut
Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret fibonacci. contohnya:
- jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
- jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
- jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
- jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
- jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
- jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family
Ingin liat buktinya? silahkan diamati beberapa gambar berikut
2. Pola Bunga
Pola bunga juga menunjukkan adanya pola fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari
Pola bunga juga menunjukkan adanya pola fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari
Dari titik
tengah menuju ke lingkaran yang lebih luar, polanya mengikuti deret fibonacci
3. Tubuh Manusia
- Tangan
- Tangan
Bila Anda ukur panjang jari Anda, kemudian Anda bandingkan dengan panjang lekuk jari, maka akan ketemu 1.618.
penjelasan :
- Bandingkan panjang dari pundak ke ujung jari dengan panjang siku ke ujung
jari, maka hasilnya adalah 1.618.
- Bandingkan panjang dari pinggang ke kaki dengan panjang lutut ke kaki, maka
hasilnya adalah 1.618
- Semua perbandingan ukuran tubuh manusia adalah 1.618. benarkah? silahkan
membuktikannya.
Fakta-Fakta Lain
1. jumlah lebah betina pasti lebih banyak dari jantan bukan? Kalau dibandingkan
antara jumlah lebah betina dengan jumlah lebah jantan, maka hasilnya adalah
1.618
2. Kerang laut, kerang laut
memiliki cangkang keras yang berbentuk spiral. kalau dibandingkan antara
panjang garis spiral paling depan dengan berikutnya, maka hasilnya adalah 1.618
3. Daun, tangkai, serangga, dan semua yang berbentuk spiral, bila dibandingkan antara panjang spiral terakhir dengan sebelumnya, maka hasilnya akan selalu 1.618.
4. Kabarnya, Stradivarius, pencipta bola, juga menggunakan angka ini dalam peletakan lubang di bola.
5. Parthenon
3. Daun, tangkai, serangga, dan semua yang berbentuk spiral, bila dibandingkan antara panjang spiral terakhir dengan sebelumnya, maka hasilnya akan selalu 1.618.
4. Kabarnya, Stradivarius, pencipta bola, juga menggunakan angka ini dalam peletakan lubang di bola.
5. Parthenon
Bangunan yang diarsiteki oleh Phidias
ini juga menggunakan perbandingan yang berdasarkan angka Phi. 1.618.
6. Perkembangbiakan sepasang kelinci
Menurut, sebuah penelitian yang dilakukan, sepasang Kelinci berkembang biak dengan pola deret angka Fibonacci ini.
Kemenangan Obama dan deret Angka Fibonacci
Topik ini hanyalah sebuah tambahan saja. Ada sebuah penelitian yang dipublikasikan pada bulan Juni 2008, pada saat itu masih dalam tahap kampanye calon Presiden Obama dan MacCain, yang mana penelitian tersebut mengemukakan dan tepatnya mungkin meramalkan bahwa Obama akan menjadi Presiden Amerika yang ke-44.
6. Perkembangbiakan sepasang kelinci
Menurut, sebuah penelitian yang dilakukan, sepasang Kelinci berkembang biak dengan pola deret angka Fibonacci ini.
Kemenangan Obama dan deret Angka Fibonacci
Topik ini hanyalah sebuah tambahan saja. Ada sebuah penelitian yang dipublikasikan pada bulan Juni 2008, pada saat itu masih dalam tahap kampanye calon Presiden Obama dan MacCain, yang mana penelitian tersebut mengemukakan dan tepatnya mungkin meramalkan bahwa Obama akan menjadi Presiden Amerika yang ke-44.
Penelitian ini didasarkan pada
kejadian-kejadian politik di Amerika yang ada kaitannya dengan kehidupan
politik orang kulit hitam di Amerika (African-Americans). Pada penelitian itu
disebutkan bahwa berdasarkan deret tahun kejadian politik di Amerika, maka
Obama memiliki peluang yang besar untuk menjadi Presiden Amerika.
Nah, ternyata kenyataannya itu terbukti.
Wah, keren juga ya pembahasan kali ini. Semoga sedikit artikel yang saya buat dengan menggabungkan 2 sumber ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.AAMINN!!!
Kamis, 06 Juni 2013
THERMOKIMIA
Thermokimia adalah bagian dari ilmu
kimia yang mempelajari reaksi kimia berserta energi yang dihasilkan atau yang
diperlukan untuk berlangsungnya reaksi. Berdasarkan hal maka dapat dibedakan
atas :
1. Reaksi Eksoterm
Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas.Pada reaksi eksoterm harga dH = ( - )
Contoh : C(s) + O2(g) à--> CO2(g) + 393.5 kJ ; dH = -393.5 kJ
2. Reaksi Endoterm
Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas.Pada reaksi endoterm harga dH = ( + )
Contoh : CaCO3(s) à CaO(s) + CO2(g) -->178.5 kJ ; dH = +178.5 kJ
ENTALPHI SISTEM .
Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp
Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.
a.Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm)
Contoh: H2 -->2H-->kJ ; dH= +akJ
b. Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm)
Contoh: 2H--> H2--> kJ ; dH = -a kJ
Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi :
1.Entalpi Pembentakan Standar ( dHf )
:dH untuk membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsur-unsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm
Contoh: H2(g) + 1/2 O2(g) à H20 (l) ; dHf = -285.85 kJ
2.Entalpi Penguraian
:dH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsur-unsurnya (= Kebalikan dari
dH pembentukan).
Contoh: H2O (l) -->H2(g) + 1/2 O2(g) ; dH = +285.85 kJ
3.Entalpi Pembakaran Standar ( dHc )
:dH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O2 dari udara yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.
Contoh: CH4(g) + 2O2(g) -->CO2(g) + 2H2O(l) ; dHc = -802 kJ
4.Entalpi Reaksi
:dH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana.
Contoh: 2Al + 3H2SO4 -->Al2(SO4)3 + 3H2 ; dH = -1468 kJ
5.Entalpi Netralisasi
:dH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa.
Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) --> NaCl(aq) + H2O(l) ; dH = -890.4 kJ/mol
6.Hukum Lavoisier-Laplace"Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya."Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya
Contoh:N2(g) + 3H2(g) -->2NH3(g) ; d H = - 112 kJ
2NH3(g) --> N2(g) + 3H2(g) ; dH = + 112 kJ
PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI
Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter, termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif.
Perhitungan : dH reaksi = Σ dHfo produk - Σ dHfo reaktan
HUKUM HESS
"Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir."
Contoh:
C(s) + O2(g) --> CO2(g) ; dH = x kJ --> 1 tahap
C(s) + 1/2 02(g) --> CO(g) ; dH = y kJ --> 2 tahap
CO(g) + 1/2 O2(g) --> CO2(g) ; dH = z kJ
------------------------------------------------------------ +
C(s) + O2(g) --> CO2(g) ; dH = y + z kJ
Menurut Hukum Hess : x = y + z
Hukum Hess
Hukum Hess adalah sebuah hukum dalam kimia fisik untuk ekspansi Hess dalam siklus Hess. Hukum ini digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi dari hukum kekekalan energi (dinyatakan sebagai fungsi keadaan ΔH).
Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya.
Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmatika pada beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. Persamaan-persamaan reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya harus dikali (dibagi) pula. Jika persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -ΔH).
Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai ΔH juga dapat diketahui dengan pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reaktan. Secara matematis
∆H0 = Σ (∆H0f produk ) - Σ (∆H0f reaktan )
.
Untuk reaksi-reaksi lainnya secara umum
∆H0 = Σ (∆H0 produk ) - Σ (∆H0 reaktan )
.
Kegunaan
Hukum Hess menyatakan bahwa perubahan entalpi keseluruhan dari suatu proses hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi, dan tidak tergantung kepada rute atau langkah-langkah diantaranya. Dengan mengetahui ΔHf (perubahan entalpi pembentukan) dari reaktan dan produknya, dapat diramalkan perubahan entalpi reaksi apapun, dengan rumus
ΔH=ΔHfP-ΔH fR
Perubahan entalpi suatu reaksi juga dapat diramalkan dari perubahan entalpi pembakaran reaktan dan produk, dengan rumus
ΔH=-ΔHcP+ΔHcR
Contoh tabel yang digunakan untuk menerapkan hukum Hess
ΔHf zat CH4 (g) : -75 kJ/mol ; O2 (g) : 0 kJ/mol ; CO2 (g) : -394 kJ/mol: H2O (l) =-286kJ/mol
Dengan menggunakan data entalpi pembentukan diatas dapat diketahui perubahan entalpi untuk reaksi-reaksi dibawah ini:
CH4(g)+2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(l)
ΔHc--> +-75+0=-394+2x-286
ΔHc -75=-966
ΔHc =-891KJ.mol-1
Contoh lainnya
Jika diketahui:
B2O3(s) + 3H2O(g) → 3O2(g) + B2H6(g) ΔH = +2035 kJ
H2O(l) → H2O(g) ΔH = +44 kJ
H2(g) + (1/2)O2(g) → H2O(l) ΔH = -286 kJ
2B(s) + 3H*2B(s) + (3/2)O2(g) → B2O3(s)
Jika diketahui:
B2O3(s) + 3H2O(g) → 3O2(g) + B2H6(g) ΔH = +2035 kJ
H2O(l) → H2O(g) ΔH = +44 kJ
H2(g) + (1/2)O2(g) → H2O(l) ΔH = -286 kJ
2B(s) + 3H*2B(s) + (3/2)O2(g) → B2O3(s)
Persamaan-persamaan reaksi diatas (berikut perubahan entalpinya) dikalikan dan/atau dibalik sedemikian rupa:
B2H6(g) + 3O2(g) → B2O3(s) + 3H2O(g) ΔH = -2035 kJ
3H2O(g) → 3H2O(l) ΔH = -132 kJ
3H2O(l) → 3H2(g) + (3/2)O2(g) ΔH = +858 kJ
2B(s) + 3H2(g) → B2H6(g) ΔH = +36 kJ
Sehingga penjumlahan persamaan-persamaan diatas akan menghasilkan
2B(s) + (3/2)O2(g) → B2O3(s) ΔH = -1273 kJ
Konsep dari hukum Hess juga dapat diperluas untuk menghitung perubahan fungsi keadaan lainnya, seperti entropi dan energi bebas. Kedua aplikasi ini amat berguna karena besaran-besaran tersebut sulit atau tidak bisa diukur secara langsung, sehingga perhitungan dengan hukum Hess digunakan sebagai salah satu cara menentukannya.
Untuk perubahan entropi:
ΔSo = Σ(ΔSfoproduk) - Σ(ΔSforeaktan)
ΔS = Σ(ΔSoproduk) - Σ(ΔSoreaktan).
Untuk perubahan energi bebas:
ΔGo = Σ(ΔGfoproduk) - Σ(ΔGforeaktan)
ΔG = Σ(ΔGoproduk) - Σ(ΔGoreaktan).
Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam termodinamika.
Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika)berbunyi: "Energi dapat berubah dari stu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)".
ENERGI IKATAN
Reaksi kimia merupakan proses
pemutusan dan pembentukan ikatan. Proses ini selalu disertai perubahan energi.
Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia, sehingga membentuk
radikal-radikal bebas disebut energi ikatan. Untuk molekul kompleks, energi
yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas
disebut energi atomisasi.
Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H2, 02, N2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan :
dH reaksi
= Σ energi pemutusan ikatan - Σ energi pembentukan ikatan
= Σ energi ikatan di kiri - Σ energi ikatan di kanan
Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H2, 02, N2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan :
dH reaksi
= Σ energi pemutusan ikatan - Σ energi pembentukan ikatan
= Σ energi ikatan di kiri - Σ energi ikatan di kanan
Contoh:
Diketahui :
energi ikatan
C - H = 414,5 kJ/MolC = C = 612,4 kJ/molC - C = 346,9 kJ/molH - H = 436,8 kJ/mol
Diketahui :
energi ikatan
C - H = 414,5 kJ/MolC = C = 612,4 kJ/molC - C = 346,9 kJ/molH - H = 436,8 kJ/mol
Ditanya:
dH reaksi = C2H4(g) + H2(g) --? C2H6(g)
dH reaksi
= Jumlah energi pemutusan ikatan - Jumlah energi pembentukan ikatan
= (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) - (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) - (2(C-H) + (C-C))
dH reaksi = C2H4(g) + H2(g) --? C2H6(g)
dH reaksi
= Jumlah energi pemutusan ikatan - Jumlah energi pembentukan ikatan
= (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) - (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) - (2(C-H) + (C-C))
= (612.4 +436.8) - (2 x 414.5 +
346.9)= - 126,7 kJ.
Langganan:
Postingan (Atom)













